MataBicara.co, KLATEN – Puncak peringatan Hari Jadi ke-222 Kabupaten Klaten berlangsung khidmat sekaligus semarak di Alun-alun Klaten, Selasa (28/7/2026). Ribuan peserta dari unsur pemerintah, instansi, pelajar, hingga masyarakat mengikuti upacara yang dimeriahkan berbagai pertunjukan seni budaya sebagai simbol persatuan dan penghormatan terhadap sejarah berdirinya Kabupaten Klaten.
Beragam kesenian ditampilkan dalam upacara tersebut. Selain kesenian khas Jawa, sembilan mahasiswa asal Aceh membawakan Tari Saman Gayo.
Penampilan itu dilanjutkan dengan Tari Payung Juwiring serta tari kolosal yang mengangkat fragmen Hadeking Kabupaten Klaten, menggambarkan sejarah lahirnya daerah tersebut. Atraksi ditutup dengan formasi angka 222 sebagai simbol usia Kabupaten Klaten.
Penampilan Tari Saman Gayo dan Tari Payung Juwiring menjadi lambang eratnya hubungan persahabatan antara Pemerintah Kabupaten Klaten dan Pemerintah Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh.
Upacara dipimpin langsung Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, serta dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Klaten, para mantan Bupati dan Wakil Bupati Klaten, pimpinan daerah se-Solo Raya, serta Bupati Gayo Lues sebagai tamu kehormatan.
Dalam amanatnya, Hamenang mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat semangat kebersamaan untuk membangun Kabupaten Klaten. Menurutnya, tema Hari Jadi ke-222, “Sahita Hamemayu Raharja“, mengandung makna bersama-sama merawat, menjaga, dan memelihara kemajuan demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat.
“Lewat peringatan Hari Jadi Klaten ke-222 ini, mari kita syukuri karunia Tuhan Yang Maha Esa atas melimpahnya sumber air dan alam yang ada di Kabupaten Klaten. Mari kita bekerja bersama, bergotong royong untuk membangun Kabupaten Klaten yang lebih maju,” ujar Hamenang.
Peringatan Hari Jadi ke-222 Kabupaten Klaten ditutup dengan prosesi pemotongan tumpeng oleh Bupati Klaten sebagai wujud rasa syukur sekaligus harapan agar Kabupaten Klaten terus berkembang menjadi daerah yang semakin maju, sejahtera, dan berdaya saing.












