Progres Sekolah Rakyat Blora Capai 11,7 Persen, Kebutuhan Tanah Capai 19.000m³

MataBicara.co, BLORA – Pekerjaan penimbunan atau penguhurukan lahan untuk pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Blora terus berjalan. Hingga laporan terbaru, progres pengerjaan telah mencapai 11,7 persen.

“Progres Penguhurukan Sekolah Rakyat Blora 11,7 % dari laporan terakhir. Pelaporan dilakukan setiap hari, mingguan, dan bulanan,” ujar Anex Fachrian, Kepala Bidang Bangunan dan Gedung, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Blora Rabu (26/8/2026).

Pasokan tanah untuk penimbunan berasal dari beberapa wilayah sekitar, dari lokal Blora hanya satu tempat, dan dukungan lainnya dari kabupaten Grobogan dan kabupaten Tuban untuk bahan baku Grosok.

“Dukungan tanah dari Todanan Kabupaten Blora, Kabupaten Grobogan 1, Kabupaten Tuban 2 (Grosok),” jelasnya.

Ia juga menyampaikan secara keseluruhan, kebutuhan tanah untuk menyelesaikan penimbunan diperkirakan cukup besar kurang lebih 19.000 meter kubik (m³). Dan pihaknya akan melakukan uji coba kemampuan tiap harinya.

“Kebutuhan kurang lebih 19.000 meter kubik, nanti kita trail (uji coba) sehari bisa dapat berapanya,” tambah Anex.

Untuk menjamin kelancaran dan keamanan proses, pihaknya juga memasang tim teknis dari Dinas PU ikut mengawasi pelaksanaan dilapangan

“Ada Tim teknik membantu pengawasan PU. Untuk mengantisipasi hal hal yang tidak diinginkan dari tambang Ilegal,” tegasnya.

Pihaknya juga menetapkan aturan ketat terkait asal tanah yang digunakan. Dinas mewaspadai pengambilan bahan dari tempat yang tidak berizin.

“Surat jalan harus ada. Pengajuan yang dari Ngawi kita tolak,” tandas Anex.

Pihaknya juga berharap, adanya proyek Sekolah Rakyat yang berlokasi di Kecamatan Cepu bisa berjalan dengan lancar. Dan tidak ada pengambilan dari tambang Ilegal dan pelaksanaannya bisa tepat waktu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *