MataBicara.co, BLORA – Satu bulan penuh kerja sama dan gotong royong antara TNI, pemerintah daerah, dan warga Desa Gembyungan, Kecamatan Randublatung, akhirnya membuahkan hasil nyata. Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap III resmi ditutup pada Kamis (13/8/2026), dengan pencapaian yang menegaskan, pembangunan berjalan lancar berkat kebersamaan semua pihak.
Upacara penutupan dipimpin langsung Komandan Kodim 0721/Blora Letkol Kav Yudhy Agus Setiyanto, S.Sos., di hadapan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, perangkat desa, serta warga setempat. Momen penutupan ini bukan sekadar seremonial, melainkan tanda berakhirnya masa kerja sama yang hangat dan penuh semangat.
Penutupan ditandai dengan penyerahan hasil pembangunan kepada Pemerintah Kabupaten Blora, disaksikan Bupati Blora Dr. H. Arief Rohman, S.IP., M.Si. Pemukulan kentongan bersama para tokoh daerah menjadi simbol tulusnya kebersamaan – TNI tidak bekerja sendiri, rakyat menjadi bagian tak terpisahkan dari setiap kemajuan yang diraih.
Dalam amanat Pangdam IV/Diponegoro yang dibacakan Dandim, ditegaskan bahwa keberhasilan program ini tak lepas dari dukungan seluruh elemen masyarakat. Ucapan terima kasih disampaikan kepada TNI, Polri, pemerintah daerah, dan warga yang bahu-membahu bekerja sejak 15 Juli lalu.
“Yang telah kita bangun bersama, mari kita jaga dan rawat dengan baik agar bermanfaat untuk jangka waktu yang panjang,” pesan Pangdam, mengingatkan bahwa tanggung jawab kini beralih kepada warga untuk menjaga hasil kerja sama tersebut.
Seluruh sasaran pembangunan selesai 100 persen. Jalan makadam sepanjang 957 meter kini lebih mulus dilewati, talud sepanjang 123 meter berdiri kokoh menjaga keamanan jalan, dan dua rumah warga yang dulunya tidak layak huni kini telah layak ditempati oleh Sunti dan Slamet Riyadi. Bukan hanya fisik, berbagai penyuluhan dan pelatihan juga diberikan agar warga semakin berdaya membangun diri.
TMMD kali ini membuktikan bahwa ketika TNI, pemerintah, dan rakyat bersatu, segala sesuatunya berjalan cepat dan tepat. Tidak ada jarak antara prajurit dan warga – semua bekerja setara, bergotong royong demi desa yang lebih baik.
Usai upacara, para tokoh daerah bersama warga berjalan meninjau hasil pembangunan dan meresmikan jalan baru. Suasana terlihat penuh kehangatan. Inilah wajah pembangunan yang sesungguhnya: tidak hanya berupa jalan dan bangunan, melainkan eratnya ikatan persaudaraan antar sesama anak bangsa.
Kini program telah usai, namun semangat kebersamaan itulah yang menjadi warisan paling berharga bagi Desa Gembyungan. Semangat inilah yang diharapkan terus dijaga, agar pembangunan tak berhenti di sini, melainkan terus berjalan dari waktu ke waktu.












