Hanya 32% Air Minum di Pekalongan Layak, Dinas Kesehatan Periksa Kualitas Lingkungan Rumah Tangga

MataBicara.co, KOTA PEKALONGAN – Hanya sekitar 32 persen air minum rumah tangga di Kota Pekalongan yang memenuhi syarat kesehatan pada hasil pemantauan tahun lalu. Untuk menekan risiko penyakit akibat lingkungan, Dinas Kesehatan Kota Pekalongan kini memeriksa kualitas air minum, udara dalam ruangan, dan makanan di 420 rumah tangga sepanjang Juli–Agustus 2026.

Pemeriksaan dilakukan di seluruh wilayah Kota Pekalongan bersama puskesmas masing-masing kecamatan. Setiap puskesmas memeriksa 30 rumah tangga yang dipilih secara acak lewat sistem aplikasi.

Maysaroh, petugas sanitasi Dinas Kesehatan Kota Pekalongan, menyatakan kegiatan ini bertujuan memetakan kondisi kualitas lingkungan tempat tinggal warga sebagai dasar menyusun langkah pencegahan penyakit.

“Yang kami periksa meliputi kualitas air minum rumah tangga, lalu kualitas udara di dalam ruangan seperti penerangan, suhu, kelembapan, sirkulasi udara, dan ukuran lainnya. Kami juga memeriksa keamanan pangan yang disiapkan di rumah,” ujarnya saat ditemui di wilayah Puskesmas Buaran, Rabu (5/8/2026).

Menurut Maysaroh, air, udara, dan makanan yang tidak memenuhi standar kesehatan dapat memicu berbagai penyakit. Oleh karena itu, hasil pemeriksaan akan dipakai untuk mengevaluasi program kesehatan lingkungan serta menentukan langkah penanganan yang lebih tepat sasaran.

Hasil seluruh pemeriksaan rencananya akan diolah dan dianalisis pada Oktober hingga November 2026. Sementara itu, pemerintah kota terus mengimbau warga untuk menggunakan sumber air minum yang terjamin keamanannya dan memilih depot air minum isi ulang yang sudah memenuhi syarat kesehatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *