MataBicara.co, GRESIK – LAZISNU Ranting NU Belahanrejo menggelar Pembinaan Tashih Imam Masjid dan Musholla se-Desa Belahanrejo di Masjid Jami’ Nurul Huda, Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik, Minggu (19/7/2026). Sebanyak 60 imam masjid dan musholla dari berbagai usia mengikuti kegiatan yang bertujuan meningkatkan kualitas bacaan Al-Qur’an dan pemahaman fikih salat.
Ketua Tanfidziyah Ranting NU Belahanrejo, H. Kasto Mustofa, mengatakan pembinaan tersebut merupakan bentuk perhatian kepada para imam agar semakin baik dalam memimpin salat berjamaah serta menjadi teladan di tengah masyarakat.
“Kami berharap kegiatan ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga kualitas imam masjid dan musholla terus meningkat,” ujarnya.
Ketua LAZISNU MWCNU Kedamean, Gus Achmad Ali, menilai imam masjid dan khatib Jumat memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran masyarakat, termasuk mengedukasi pentingnya zakat, infak, dan sedekah.
“Sinergi antara LAZISNU dengan para imam dan khatib Jumat sangat penting. Melalui mimbar-mimbar masjid, edukasi tentang zakat, infak, dan sedekah dapat menjangkau lebih banyak jamaah. Harapannya, potensi zakat di Desa Belahanrejo dapat dioptimalkan sehingga mampu mendorong pemberdayaan masyarakat dan memperkuat semangat berjam’iyah,” kata Gus Achmad Ali.
Apresiasi juga disampaikan Ketua LTMNU MWCNU Kedamean, Ustaz Huda. Menurutnya, peningkatan kapasitas imam menjadi bagian penting dalam menghadirkan pelayanan ibadah yang berkualitas di masjid dan musholla.
Sementara itu, pemateri utama, Ketua Tanfidziyah MWCNU Kedamean, Ustaz Abd. Wakid, menjelaskan bahwa seorang imam salat harus memenuhi syarat-syarat yang telah ditetapkan dalam syariat Islam. Salah satu syarat utamanya adalah memiliki sifat adil, yakni menjaga kehormatan agama, menjauhi dosa besar, serta tidak terus-menerus melakukan dosa kecil.
Selain itu, imam juga harus beragama Islam, baligh, berakal sehat, suci dari hadas dan najis, serta fasih membaca Surah Al-Fatihah sebagai rukun salat.
Melalui kegiatan ini, LAZISNU Ranting NU Belahanrejo berharap lahir imam-imam yang semakin kompeten dalam memimpin ibadah sekaligus mampu menjadi mitra dakwah untuk mengajak masyarakat menguatkan kepedulian sosial melalui zakat, infak, dan sedekah. Langkah tersebut diharapkan dapat mendukung terwujudnya masyarakat yang lebih berdaya dan masjid yang semakin makmur.












