MataBicara.co, SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus menggenjot kinerja di sektor pertanian untuk mengejar target swasembada pangan tahun 2026. Berbagai strategi terintegrasi digencarkan, mulai dari bantuan sarana produksi, modernisasi alat mesin, hingga perbaikan infrastruktur irigasi.
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Jateng, Defransisco Dasilva Tavares, menyampaikan bahwa hingga awal April 2026, capaian produksi menunjukkan tren positif.
“Untuk komoditas padi, dari target 10,5 juta ton gabah kering giling (GKG), realisasinya sudah mencapai 4,1 juta ton atau sekitar 39,48 persen,” ujar Frans, sapaan akrabnya, di kantornya, Senin (6/4/2026).
Sementara itu, produksi jagung mencapai 26,62 persen, bawang merah 23,45 persen, dan cabai 17,72 persen. Di sektor peternakan, produksi daging mencapai 33 persen dan telur 25,95 persen dari target yang ditetapkan.
Neraca Pangan Aman, Surplus Beras Capai 702 Ribu Ton
Hingga Maret 2026, kondisi neraca pangan di Jateng dinilai relatif aman. Tercatat surplus beras sebesar 702.409 ton, serta surplus pada komoditas daging dan telur.
“Yang perlu menjadi perhatian berikutnya adalah distribusi agar surplus ini bisa merata, dan menjaga stabilitas harga,” tegasnya.
Dukungan Lengkap untuk Petani
Dalam mendukung target tersebut, Pemprov Jateng menyalurkan berbagai bantuan strategis, antara lain:
- Benih dan Sarana Produksi: Untuk padi seluas 47.200 hektare, jagung 3.200 hektare, hingga komoditas hortikultura dan perkebunan.
- Infrastruktur: Merehabilitasi 334 paket irigasi tersier dan membangun 75 paket irigasi perpipaan.
- Alsintan: Mendistribusikan ratusan unit rice transplanter, traktor, pompa air, hingga combine harvester.
- Perlindungan: Asuransi usaha tani untuk padi dan tembakau, serta subsidi pembiayaan bagi 800 paket usaha.
Hadapi Tantangan Alih Fungsi Lahan
Di tengah upaya peningkatan produksi, pihaknya juga menyadari tantangan berupa alih fungsi lahan yang pada 2025 mencapai 17.114 hektare. Oleh karena itu, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama.
“Kolaborasi menjadi kunci. Dengan dukungan semua pihak, kami optimistis Jateng mampu mencapai swasembada pangan, sekaligus menjaga stabilitas pasokan dan kesejahteraan petani,” pungkas Frans.
Program ini merupakan prioritas nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang didukung penuh oleh Gubernur Ahmad Luthfi dan Wagub Taj Yasin.












