MataBicara.co, BLORA – Pengelola program Minyak Rakyat wilayah Soko Blora membuka selubung rincian perhitungan harga, potongan biaya, hingga pembagian keuntungan. Perwakilan pengurus, Mardi, menjelaskan secara gamblang setiap alur keuangan yang diterapkan Senin (8/6/2026).
“Bagi hasile kan ngetene niku, nek di harga 7200 sampai mriki hitungane kan 6200. Tapi kan kepotong, kulo niku mboten mikir pusing, kulo njuwune cash,” ujar Mardi saat dikonfirmasi.
Ia menambahkan, dengan sistem pembayaran tunai yang dipilih, nilai yang diterima pihaknya lebih pasti.
“Cash niku nampine 6.050. Tapi mlebet Pertamina iku rata-rata 5800,” tambahnya.
Ia juga menyampaikan bahwa, pihak pengelola sudah mengirimkan ke pihak Pertamina melalui PT Mataram Connection Nusantara (MCN) sebanyak 35 tangki dengan rincian setiap tangkinya 5.000 liter.
Ia juga menyampaikan rincian terkait keuangan yang berjalan di pengelolaan sumur rakyat di desa Soko Kecamatan Jepon tersebut.
“Lah dari 5.800 iku kan diambil 3% dulu. 3% kanggo pembangunan ing desa, wes kanggo wadak wingilah. Sak wis iku, terus mbayar rengkek karo sing jogo sumur. Nggih. Iku 600, rengkek 300, sing jogo sumur 300,” ujarnya.
Setelah dikurangi biaya operasional, sisa keuntungan dibagi rata dengan investor sumur rakyat yang berada di desa Soko.
“Setelah iku lagi dibagi 50:50. Ketemune niku investor 1 tone iku menerima Rp2.513.000,” jelasnya.
Sedangkan, mengenai pemilik lahan ia menyampaikan bahwa pemilik lahan diberi 15 % dari harga beli.
“Nek gadhah lahan niku kan sing 50 niku e. Gadhah lahan niku 15%, ketemune 750, ngoten. Per ton. Ya dikurangi niku nggih. Niku kan 50, 50:50. 15% sing kagungan lahan, 35% ke pengurus,” ucapnya.
Ia menegaskan alokasi 35 persen untuk pengurus tidak semata-mata menjadi keuntungan pribadi. Namun masih dibagi dengan pendapatan asli desa, serta kegiatan yang ada di Desa Soko.
“Nek pengurus 35% mengkin kan enten PAD. Nggih. PAD, terus kangge nopo niku namine, nggih pekerja-pekerja, obat, kangge sosial, keagamaan,” ujarnya.
Selanjutnya ia menyampaikan bahwa di Desa Soko sendiri sudah ada 202 titik sumur rakyat yang sudah diverifikasi.
“Total semuanya, 202 sumur,” sampainya.
Sedangkan, pihak PT MCN Roni Mey Yudha menyampaikan ada perbedaan pendapat terkait pengiriman minyak rakyat Soko ke Pertamina. Ia menyebutkan bahwa baru ada 25 tangki yang telah dikirim.
“Total pengiriman 25 mas, dari Soko sampai hari ini,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa total kiriman minyak tersebut sudah dicatat oleh admin pihak MCN dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Di sini rekapan jelas mas, ada dokumennya juga,” tambahmya.
Namun, angka ini tidak sama dengan keterangan yang disampaikan pihak pengurus di lapangan. Menanggapi perbedaan tersebut, Roni memberikan penjelasan mengenai jumlah minyak rakyat yang di telah dikirimkan.
“Kalau sama percobaan atau trial, jadi 35,” ujarnya.












