MataBicara.co, GRESIK – Tahun Baru Islam 1448 Hijriah menjadi momentum bagi NU Care-LAZISNU MWCNU Kedamean untuk memperkuat kepedulian terhadap anak yatim melalui Gerakan Serentak Muharram Ceria Bersama Yatim 1448 H. Kegiatan yang dilaksanakan secara serentak mulai dari tingkat ranting hingga MWCNU ini menjadi wujud nyata semangat berbagi sekaligus ikhtiar membangun kepedulian sosial yang berkelanjutan.
Dalam kegiatan tersebut, ratusan santri yatim menerima santunan berupa perlengkapan alat tulis sekolah, paket sembako, serta uang tunai. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan mereka sekaligus menjadi penyemangat untuk terus belajar, beribadah, dan menggapai cita-cita di masa depan.
Muharram Ceria Bersama Yatim juga diisi dengan doa bersama yang diikuti para santri, pengurus Nahdlatul Ulama, amil, donatur, dan masyarakat. Doa dipanjatkan untuk keselamatan bangsa, keberkahan keluarga besar NU Kedamean, kesehatan para donatur, serta kemudahan bagi seluruh pihak yang terus menghidupkan semangat berbagi kepada sesama.
Bendahara MWCNU Kedamean, Abah H. Supadi, memberikan apresiasi kepada seluruh amil NU Care-LAZISNU Kedamean yang telah menjalankan amanah para donatur sesuai dengan tata kelola organisasi.
“Kepercayaan para donatur adalah amanah yang harus dijaga. Alhamdulillah, bantuan dapat ditasyarufkan kepada santri-santri yatim yang membutuhkan. Semoga putra-putri kita diberikan kesehatan, menjadi anak-anak yang saleh dan salehah, serta tumbuh menjadi generasi yang bermanfaat bagi agama, bangsa, dan masyarakat,” ujarnya 5 Juli 2026.

Ketua NU Care-LAZISNU MWCNU Kedamean, Achmad Ali, mengatakan bahwa Muharram Ceria Bersama Yatim diharapkan menjadi program yang terus dilaksanakan secara istiqamah dengan melibatkan seluruh ranting di Kecamatan Kedamean.
“Harapan kami, program ini dapat menjadi gerakan rutin yang berpindah dari satu ranting ke ranting lainnya sehingga manfaatnya semakin luas dirasakan masyarakat. Terima kasih kepada seluruh donatur yang selama ini istiqamah mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya melalui LAZISNU. Semoga Allah SWT membalas setiap kebaikan dengan keberkahan rezeki, kesehatan, dan kemudahan dalam setiap urusan,” katanya.
Tidak hanya menyalurkan santunan, LAZISNU Kedamean juga mulai mendorong lahirnya program pemberdayaan ekonomi bagi keluarga yatim. Menurut Achmad, perhatian kepada anak yatim perlu diiringi dengan penguatan ekonomi keluarga agar mereka memiliki kesempatan hidup yang lebih mandiri.
“Apabila Ibu-ibu membutuhkan tambahan modal usaha, silakan menyampaikan informasi melalui pengurus ranting masing-masing. Insyaallah, jika ada kesempatan dan dukungan dari para donatur, kami akan berupaya membantu agar usaha mereka dapat berkembang dan meningkatkan kesejahteraan keluarga,” tuturnya.
Kebahagiaan turut dirasakan para penerima manfaat. Salah seorang santri yatim mengaku senang dapat mengikuti doa bersama sekaligus menerima bingkisan Muharram.
“Saya senang bisa ikut acara ini, berdoa bersama teman-teman, dan pulang membawa bingkisan. Semoga semua donatur selalu diberi kesehatan, rezeki yang berkah, dan terus istiqamah membantu anak-anak yatim,” ucapnya.
Melalui Gerakan Serentak Muharram Ceria Bersama Yatim 1448 H, NU Care-LAZISNU MWCNU Kedamean berharap semangat Muharram tidak hanya menjadi peringatan pergantian tahun Hijriah, tetapi juga menjadi penggerak kepedulian sosial yang terus tumbuh di tengah masyarakat.
Kolaborasi antara pengurus, ranting, donatur, dan masyarakat diharapkan mampu menghadirkan manfaat yang lebih luas, sehingga semakin banyak anak yatim dan keluarganya yang merasakan kehangatan, perhatian, serta kesempatan untuk meraih masa depan yang lebih baik.












