MataBicara.co, MAGELANG – Prestasi gemilang diraih Kota Magelang. Berdasarkan hasil pengukuran Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) 2025 yang dirilis Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), kota ini berhasil menempati posisi ke-8 sebagai kota paling berdaya saing di seluruh Indonesia.
Capaian ini menjadi momen spesial yang bertepatan dengan peringatan Hari Jadi ke-1.120 Kota Magelang. Wali Kota Magelang, Damar Prasetyono, menyebut prestasi ini bukan hanya kebanggaan, melainkan juga “cambuk” untuk terus meningkatkan kinerja pembangunan ke depannya.
“Prestasi ini menjadi motivasi besar bagi kami untuk terus maju, sekaligus menjadi kado istimewa di hari ulang tahun kota ini,” ujar Damar, Selasa (14/4/2026).
Ia menegaskan, kesuksesan ini bukan hasil kerja pemerintah semata, melainkan buah dari sinergi dan perjuangan seluruh elemen masyarakat yang terlibat, baik secara langsung maupun tidak langsung.
“Hadiah ini milik kita semua. Ini adalah bukti bahwa kerja keras bersama selalu membuahkan hasil,” tambahnya sambil menyampaikan apresiasi kepada seluruh ASN dan warga yang telah berkontribusi.
Kolaborasi Kunci Meningkatkan Daya Saing
Kepala Bapperida Kota Magelang, Handini Rahayu, menjelaskan bahwa Magelang merupakan bagian dari kawasan strategis “Gelangmanggung” (Gabungan Kabupaten Magelang, Kota Magelang, dan Kabupaten Temanggung). Oleh karena itu, daya saing tidak bisa dibangun sendiri, melainkan harus didukung oleh sinergi antarwilayah.
“Daya saing tidak bisa berdiri sendiri. Perlu kolaborasi yang kuat agar potensi masing-masing daerah bisa saling melengkapi dan menguatkan,” jelasnya .
Sebagai informasi, penilaian IDSD dilakukan melalui 12 pilar utama yang mencakup kualitas institusi, infrastruktur, teknologi, stabilitas ekonomi, kesehatan, keterampilan tenaga kerja, hingga inovasi .
Secara nasional, rata-rata skor indeks berada di angka 3,50, sedangkan Provinsi Jawa Tengah mencatat skor 3,87 yang jauh di atas rata-rata nasional . Di tingkat kota, Magelang meraih skor 4,29, menempatkannya di jajaran elit nasional tepat di bawah Kota Surakarta (4,43) dan Kota Semarang (4,37) .
Pencapaian ini membuktikan bahwa Magelang terus bertransformasi menjadi kota yang maju, modern, dan siap bersaing di kancah nasional. (hms)












