MataBicara.co, BLORA – Dugaan bau yang kurang enak di SPPG Sukorejo 2 – Tunjungan Blora yang baru-baru ini mencuat, bisa disebabkan belum terpasangnya Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Saat Investigasi ke lokasi SPPG tersebut terlihat IPAL belum terpasang dengan baik, namun diarea tersebut baru ada grease trap.
Namun kedua komponen tersebut yaitu Grease Trap dan IPAL, dikalangan masyarakat masih terdapat simpang siur perbedaan atau kesamaan antara keduanya.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Blora saat dikonfirmasi mengaku belum mengetahui secara pasti perbedaan antara grease trap dan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Hal ini disampaikan oleh Kepala DLH, Istadi Rusmanto, saat dikonfirmasi via telepon terkait perbedaan kedua alat tersebut, Senin (4/5/2026).
Dalam percakapan telepon, Istadi menyatakan bahwa untuk mengetahui perbedaannya, pihaknya perlu berkonsultasi terlebih dahulu dengan ahli yang berkompeten di bidang pengolahan limbah.
“Wah, itu nanti harus kita tanyakan yang ahli IPAL-nya nanti,” ujar Istadi.
Saat ditanya apakah pihak DLH sudah mengetahui perbedaan kedua alat tersebut atau belum, Istadi kembali menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan pengecekan terlebih dahulu.
“Iya, nanti kan harus anu, harus kita lihat dulu ya,” tambahnya.
Perbedaan antara dua komponen penting dalam program MBG ini sangat perlu diketahui seluruh mitra SPPG, sementara itu Koordinator SPPG Tunjungan, Setiawan, menjelaskan perbedaan dan hubungan antara grease trap dengan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).
Menurutnya, keduanya memiliki fungsi yang berbeda namun saling melengkapi dalam satu sistem pengolahan limbah.
Hal tersebut diungkapkan Setiawan saat dimintai penjelasan terkait fungsi kedua alat tersebut.
“Sejauh pengetahuan saya, untuk grease trap sendiri itu penyaringan atau jebakan. Nah, jebakan untuk minyak, jebakan untuk lemak, jebakan untuk plastik ataupun benda padat yang akan masuk ke IPAL. Basic dari grease trap sendiri seperti itu,” jelasnya, Senin (4/5/2026).
Lebih lanjut, ia menerangkan bahwa meski IPAL tetap bisa bekerja tanpa grease trap, namun beban kerjanya akan menjadi sangat berat sehingga hasil pengolahan menjadi kurang maksimal.
“Jadi kalau tidak ada yang namanya grease trap atau jebakan itu, IPAL masih bisa memproses tapi akan terbebani. Terbebani jadi kerja dari IPAL sendiri kurang maksimal,” tambahnya.
Saat ditanya apakah grease trap bisa disebut sebagai IPAL, Setiawan menegaskan posisi keduanya dalam sistem.
“Grease trap sendiri komponen dari IPAL kalau saya menyebutkan. Pemilahan lah. Grease trap dulu baru IPal toh Mas? Alurnya kan seperti itu,” pungkasnya.












