MataBicara.co, BLORA – Pihak Kepolisian Resor (Polres) Blora hingga saat ini masih melakukan pendalaman dan koordinasi intensif terkait kasus hilangnya truk pengangkut pupuk di wilayah Bleboh yang juga diwarnai dugaan penculikan oknum yang viral beberapa minggu lalu.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kasatreskrim Polres Blora, AKP Zainul Arifin, saat dikonfirmasi, Selasa (28/4/2026).
Menanggapi pertanyaan mengenai keberadaan truk yang hilang serta tumpukan pupuk yang sempat terlihat di belakang kantor Satreskrim Polres Blora, Arifin mengaku proses penyelidikan masih berjalan.
“Masih pendalaman dan koordinasi, Mas. Belum ada truknya, Mas, masih pendalaman,” ujar Arifin singkat.
Terkait dugaan keterlibatan oknum TNI serta hasil pertemuan beberapa instansi yang sempat terjadi gedung Satreskrim Blora pada Sabtu, 18 April lalu. Pihak kepolisian belum memberikan keterangan resminya mengenai tumpukan pupuk di belakang Satreskrim Polres Blora.
Sementara itu Ngaliman Kepala DP4 Kabupaten Blora, menanggapi hal tersebut, pihak Kelompok Kerja Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3) Kabupaten Blora memberikan klarifikasi resmi.
“Memang ada kabar mengenai pupuk yang berada di Bleboh, tapi setelah kami lakukan pengecekan dan konfirmasi ke Polres, ternyata itu bukan jatah pupuk untuk Blora,” tegas Ngaliman Kepala DP4 Kabupaten Blora Senin (27/4/2026).
Ia menjelaskan, tugas dan tanggung jawab KP3 Blora hanya terbatas pada pengawasan dan pemantauan terhadap distribusi pupuk yang memang dialokasikan untuk wilayah Kabupaten Blora. Jika ditemukan pupuk yang berasal dari luar daerah, maka hal tersebut bukan menjadi kewenangan pihaknya.
Terkait kondisi warga setempat, ia menyebut bahwa kasus tersebut tidak berdampak langsung pada kebutuhan pupuk petani di Bleboh.
“Warga yang bersangkutan sebenarnya tidak ada masalah secara langsung, karena memang mereka sampai saat ini belum menerima jatah pupuk yang seharusnya,” ujarnya












