MataBicara.co, TEMANGGUNG – Suasana hangat dan penuh keakraban mewarnai acara Halalbihalal yang digelar Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Temanggung, Kamis (9/4/2026). Acara ini dihadiri oleh Forkopimda, tokoh lintas agama, pemuda, dan mahasiswa.
Wakil Bupati Temanggung, Nadia Muna, dalam kesempatannya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus merawat silaturahmi dan memperkuat persaudaraan sebagai modal utama kemajuan daerah.
“Semoga momentum ini mempererat tali silaturahmi dan meneguhkan komitmen kita menjaga kerukunan di Temanggung,” ujar Nadia.
Menurutnya, keberagaman suku, agama, dan budaya yang ada bukanlah sekat pemisah, melainkan kekayaan yang menjadi kekuatan jika dikelola dengan semangat saling menghormati.
“Kerukunan menjadi fondasi utama agar pembangunan dapat berjalan lancar dan manfaatnya dirasakan seluruh masyarakat. Mari kita jadikan Temanggung sebagai rumah bersama yang aman, damai, dan rukun,” tegasnya.
Jangan Hanya Seremonial, Harus Ada Perubahan Perilaku
Sementara itu, Ketua FKUB Temanggung, Ahmad Sholeh, mengingatkan makna mendalam tradisi halalbihalal yang tidak boleh hanya menjadi seremoni belaka.
Ia mencontohkan sejarah halalbihalal yang muncul pada 1948 sebagai upaya meredakan konflik politik dan kehidupan berbangsa.
“Halalbihalal saja tidak cukup jika hanya menjadi seremonial. Insyaallah, FKUB akan terus melakukan upaya nyata,” tegasnya.
Hal senada juga disampaikan terkait esensi ibadah puasa. Menurutnya, puasa bukan hanya soal menahan lapar dan haus, tetapi juga melatih disiplin dan akhlak.
“Jangan sampai puasa hanya seremonial. Setelah berpuasa harus ada peningkatan akhlak. Tanpa itu, manusia sulit naik derajat,” pungkasnya.
Acara ini menjadi pengingat bersama bahwa kerukunan bukan sekadar slogan, melainkan upaya nyata yang harus dijaga setiap hari demi terwujudnya Temanggung yang maju dan harmonis.












