Dunia Hiburan Blora Tercoreng, Pemain Musik Diduga Jadi Korban Pengeroyokan

Matabicara.co, BLORA – Dunia hiburan di Kabupaten Blora diguncang insiden dugaan pengeroyokan terhadap seorang pemain organ tunggal saat tampil dalam sebuah acara hiburan di Kecamatan Tunjungan. Peristiwa yang terekam video dan viral di media sosial itu memicu keprihatinan luas dari kalangan seniman yang menilai kasus tersebut sebagai bentuk tindakan yang mencederai profesi pekerja seni.

Dalam rekaman video yang beredar, terlihat keributan pecah di atas panggung hingga seorang pria yang diduga pemain musik menjadi sasaran aksi kekerasan oleh beberapa orang. Kejadian itu sontak menuai reaksi publik dan memunculkan tuntutan agar aparat penegak hukum bertindak tegas.

Kapolsek Tunjungan AKP Subiyono mengatakan proses penyelidikan masih berlangsung. Polisi saat ini telah mulai memeriksa korban dan sejumlah saksi guna mengungkap secara utuh kronologi kejadian.

“Korban dan saksi hari ini baru dimintai keterangan,” ujar AKP Subiyono, Sabtu (13/6/2026).

Di tengah proses hukum yang berjalan, solidaritas dari kalangan seniman terus mengalir. Komunitas Sedulur Seniman Blora (SSB) menyatakan dukungan penuh kepada korban sekaligus berharap aparat dapat mengusut kasus tersebut hingga tuntas.

Sekretaris SSB yang akrab disapa Cangik menegaskan bahwa insiden tersebut tidak boleh dianggap sebagai persoalan biasa. Menurutnya, para pelaku seni berhak mendapatkan rasa aman saat menjalankan profesinya di tengah masyarakat.

“Kami menyerahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum. Yang terpenting korban sudah melapor dan kami berharap kasus ini bisa diproses secara profesional sampai tuntas,” kata Cangik.

Ia mengungkapkan, dukungan tidak hanya datang dari komunitas seni di Blora, tetapi juga mengalir dari berbagai daerah lain yang ikut menyoroti kasus tersebut.

“Teman-teman seniman dari luar daerah juga memberikan dukungan. Harapan kami jelas, ada keadilan bagi korban,” ujarnya.

Lebih jauh, Cangik menilai peristiwa ini harus menjadi momentum evaluasi bersama mengenai penghargaan terhadap profesi seniman. Menurutnya, para pekerja seni selama ini berkontribusi menghidupkan berbagai kegiatan hiburan dan budaya masyarakat sehingga layak mendapatkan perlindungan.

“Jangan sampai seniman yang sedang bekerja justru menjadi korban kekerasan. Ini menjadi pembelajaran bagi semua pihak agar profesi seniman lebih dihargai,” tegasnya.

Diketahui, korban merupakan anggota aktif dalam jaringan komunitas yang berada di bawah naungan Sedulur Seniman Blora. Organisasi tersebut membawahi berbagai profesi di bidang hiburan, mulai dari pemain keyboard, penabuh kendang, vokalis, operator sound system hingga pembawa acara.

Hingga kini polisi masih terus mengumpulkan keterangan dan bukti-bukti untuk mengungkap penyebab keributan serta pihak-pihak yang diduga terlibat dalam insiden tersebut. Masyarakat pun menanti langkah tegas aparat agar kasus kekerasan di atas panggung itu tidak berakhir tanpa kejelasan hukum.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *