Dua Ruas Jalan Provinsi di Sragen Diperbaiki Tahun Ini, Anggaran Naik Jadi Rp21 Miliar

MataBicara.co, SRAGEN – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan perbaikan dua ruas jalan provinsi di Kabupaten Sragen akan segera dilaksanakan pada 2026. Kepastian ini disampaikan usai Kepala Dinas PUPR Provinsi Henggar Budi Anggoro bersama Bupati Sragen Sigit Pamungkas meninjau langsung kondisi jalan yang rusak pada Kamis (18/6/2026).

Dua ruas yang menjadi prioritas adalah Jalan Sukowati (depan RSUD dr Soehadi Prijonegoro, Kecamatan Sragen) dan Jalan Galeh – Ngrampal (Kecamatan Tangen). Peninjauan dilakukan untuk memetakan kondisi lapangan dan menyesuaikan rencana anggaran yang tercantum dalam Peraturan Kepala Daerah.

Hasil pemeriksaan menunjukkan sejumlah titik mengalami kerusakan berat, sehingga penanganan akan disesuaikan tingkat kerusakannya. Sebagian ruas cukup dilapisi ulang satu hingga dua lapis aspal, sedangkan bagian yang paling rusak akan menggunakan konstruksi beton agar lebih kuat dan tahan lama.

Awalnya anggaran yang disiapkan sebesar Rp7,3 miliar. Melalui penyesuaian dalam Perkada, alokasi ditambah menjadi Rp14,4 miliar, sehingga total dana yang tersedia mencapai sekitar Rp21 miliar.

Pekerjaan direncanakan dimulai akhir Juli 2026 dengan target selesai dalam 3–4 bulan. Pekerjaan pengecoran beton memerlukan waktu lebih lama dibandingkan pelapisan aspal, sehingga diharapkan seluruh perbaikan tuntas dan berfungsi optimal pada awal 2027.

Bupati Sigit menjelaskan pembagian kewenangan perbaikan Jalan Sukowati: ruas dari Alun-Alun ke barat menjadi tanggung jawab Pemerintah Kabupaten dan akan ditangani tahun ini, sedangkan ruas dari Alun-Alun ke timur hingga Terminal Pilangsari merupakan kewenangan provinsi dan akan diperbaiki dalam program ini. Ia menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan anggaran dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Rencana ini disambut positif warga. Giyanto, warga Desa Ngrombo, mengaku telah lama menunggu perbaikan Jalan Galeh – Ngrampal. Kondisi jalan yang sempit dan rusak sering menimbulkan kemacetan serta risiko kecelakaan, terutama saat musim angkutan tebu melintas.

“Truk pengangkut tebu sulit berpapasan, rawan macet dan celaka. Kami sangat bersyukur jalan ini akhirnya diperbaiki. Kami juga berharap jalan kabupaten di wilayah kami yang sudah 17 tahun tak tersentuh perbaikan segera mendapat perhatian serupa,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *