Dari Ketahanan Pangan Rumahan Hingga SPPG Skala Besar, Langkah Desa Bradag Wujudkan Kemandirian

MataBicara.co, BLORA – Sebelum melangkah ke skala besar melalui Sentra Produksi Pangan Gizi (SPPG), Pemerintah Desa Bradag telah memulai gerakan pemberdayaan melalui program ketahanan pangan tingkat rumah tangga. Warga dilibatkan dalam menanam berbagai sayuran seperti lombok, terong, dan tomat di pot-pot kecil.

“Setiap rumah kami alokasikan sekitar 20 pot tanaman. Tujuannya untuk ketahanan pangan warga, meskipun memang belum bisa menambah PAD secara signifikan,” ungkap Kepala Desa Bradag Kecamatan Ngawen, Luluk Nasruatin Sabtu (25/4/2026).

Untuk memberikan nilai tambah ekonomi yang lebih besar, pihak desa kemudian menginisiasi pendirian SPPG Bradag – Ngawen 3 yang memanfaatkan lahan wisata yang sebelumnya mangkrak. Lahan yang dibangun dengan Dana Desa namun vakum karena masalah air ini kini disulap menjadi pusat produksi makanan.

Dalam pengelolaannya, Luluk menegaskan bahwa modal dan operasional dikelola secara mandiri.

“Modal dicari sendiri tanpa membebani kas desa. Untuk masuk ke APBDes dilakukan setahun sekali sesuai kesepakatan dalam musdes,” jelasnya.

SPPG ini tidak hanya berfungsi sebagai dapur umum, tetapi juga menjamin standar kesehatan dan manajemen profesional. Kepala SPPG, Fais, menyebutkan bahwa fasilitas sudah dilengkapi IPAL, didukung tenaga ahli gizi, serta staf akuntansi yang kompeten.

Dalam menu hariannya, SPPG juga menjamin kualitas gizi dengan menjadwalkan penyajian daging sapi bebas lemak seminggu sekali, meskipun harganya mencapai Rp140.000 per kilogram.

Hingga saat ini, SPPG telah menyalurkan sekitar 2.800 porsi untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) ke sekolah-sekolah.

Setelah sebelumnya sempat terkendala masalah distribusi, kini alur pengiriman sudah dievaluasi dan berjalan lancar. Kehadiran SPPG ini diharapkan mampu membuka lapangan kerja baru bagi warga lokal serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *