Makanan Berbau, Ketua Satgas Blora Dukung Penuh Sekolah Tolak Menu MBG di SPPG Andongrejo

MataBicara.co, BLORA – Wakil Bupati Blora, Sri Setyorini yang akrab disapa Budhe Rini, memberikan tanggapan tegas terkait kasus pengembalian menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di PAUD Islam Plus Khozinatul Ulum. Pihak sekolah menolak distribusi tersebut setelah menemukan indikasi daging yang berbau dan diduga kurang layak konsumsi.

Politisi yang juga menjabat sebagai Ketua Satgas MBG Blora ini menyatakan dukungan penuh terhadap langkah cepat yang diambil pihak sekolah demi menjaga keselamatan peserta didik.

“Saya mendukung sikap dari sekolah yang mengembalikan menu makan. Kami dukung sepenuhnya, kalau perlu diganti makan menunya,” ujarnya, Selasa (16/4/2026).

Terkait kualitas makanan yang berbau, ia memastikan akan mengambil langkah tegas. Pihaknya akan memberikan teguran keras kepada penyedia dan mewajibkan penggantian menu yang lebih layak.

“Sedangkan masalah makanan bau, kita beri teguran dan harus mengganti,” paparnya.

Kepala SPPG: Hanya Terjadi di Satu Sekolah

Pada berita sebelumnya, Kepala SPPG Andongrejo Blora, Alfrian Adam, membenarkan kejadian tersebut. Ia mengakui pengembalian hanya terjadi di PAUD Khozinatul Ulum untuk satu hari pelayanan dengan total sekitar 192 porsi, sementara sekolah lain dinilai aman.

“Iya mas, itu dari Paud Khozinatul mas. Satu hari menu itu. 192 porsi kelihatannya. Sekolahan yang lain itu tidak mas, kelihatannya tidak,” ujar Alfrian.

Terpisah dari dugaan kualitas daging, Alfrian menyampaikan dugaan sementara terkait penyebab bau tersebut. Menurutnya, kemungkinan besar hal itu terjadi akibat kontaminasi suhu antara daging dengan sayuran mentah saat penyajian.

“Kemungkinan gini mas, terkontaminasi dengan kubis itu, kan kubis itu tidak dimasak. Soalnya kan, makanannya disajikan bersama kuah yang sudah hangat tadi. Kemungkinan dari situ mas,” jelasnya.

Ia juga memastikan bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan Korwil dan Satgas terkait kejadian ini untuk segera ditindaklanjuti.

“Sudah komunikasi dengan korwil dan satgas mas,” paparnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *