MataBicara.co, BLORA – Rangkaian kegiatan Bakti Sosial (Baksos) IMPARA Komisariat UIN Walisongo Semarang resmi ditutup setelah berlangsung selama lima hari, dari 1 hingga 5 Juli 2026 di Desa Gandu, Kecamatan Bogorejo. Kegiatan ini diakhiri dengan bersih-bersih posko dan momen perpisahan yang berlangsung hangat serta penuh rasa kekeluargaan antara mahasiswa dan warga setempat.
Selama lima hari pengabdian, panitia menghadirkan beragam program yang melibatkan partisipasi aktif warga. Hari pertama dimulai dengan napak tilas, nonton bareng, serta pembukaan resmi kegiatan. Hari kedua dilanjutkan dengan layanan cek kesehatan gratis, pembelajaran di TPQ, hingga tahlil dan maulid dziba bersama masyarakat.
Memasuki hari ketiga, kegiatan diisi dengan senam sehat bersama, seminar kepemudaan, lomba untuk anak-anak, serta khataman Al-Qur’an. Hari keempat menampilkan seminar pertanian, lomba keagamaan, kerja bakti membersihkan fasilitas ibadah, dan pengajian akbar yang dihadiri banyak warga. Di hari terakhir, seluruh peserta merapikan kembali posko dan berpamitan secara langsung kepada warga.
Kepala Desa Gandu, Iwan Sucipto, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas manfaat nyata yang dirasakan masyarakat. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya membantu kebutuhan warga, tetapi juga membuka wawasan baru melalui berbagi ilmu dan pengalaman.
“Saya sangat mendukung kegiatan ini, karena benar-benar membantu warga. Melalui mengajar dan seminar-seminar, banyak hal baru yang kami dapatkan. Kalau ke depannya IMPARA ingin kembali mengadakan kegiatan atau sekadar berkunjung, kami sangat menyambut baik. Lima hari hidup berdampingan membuat kami sudah menganggap kalian bagian dari keluarga,” ujarnya belum lama ini.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan dalam penyambutan, mengingat kesibukan menangani persoalan lokal yang sedang berlangsung.
“Saya minta maaf jika ada hal yang kurang memuaskan atau ucapan yang menyinggung. Saya pun tidak bisa mendampingi sepenuhnya karena harus menangani urusan lain, terutama soal minyak rakyat yang sedang menjadi perhatian warga,” tambah Iwan.
Sementara itu, Ketua Panitia Ahmad Toha Burhanudin mengaku bersyukur seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar, meski sempat diragukan di awal persiapan. Ia menyebut tantangan terbesarnya adalah menjaga kekompakan tim dan menyelesaikan perbedaan pendapat secara bijak.
“Saya belajar banyak bahwa memimpin berarti harus netral dan mengutamakan kepentingan bersama, bukan ego pribadi. Kendala yang ada masih wajar dan justru menjadi pengalaman berharga bagi kami semua,” ungkapnya.
Sukirnan, warga yang rumahnya dijadikan posko kegiatan, juga menyampaikan kesan mendalam. Ia merasa senang sekaligus terharu bisa berbagi tempat tinggal selama kegiatan berlangsung.
“Rasanya senang bisa membantu dan menyambut mereka di rumah. Lima hari terasa sangat cepat, jadi sedih saat harus berpamitan. Saya sudah menganggap mereka seperti anak sendiri,” tuturnya dengan nada haru.
Dengan berakhirnya kegiatan ini, IMPARA Komisariat UIN Walisongo Semarang berharap ikatan silaturahmi yang terjalin tetap terjaga. Semua ilmu dan kebaikan yang dibagikan diharapkan dapat terus memberi manfaat bagi kemajuan dan kesejahteraan warga Desa Gandu ke depannya.












