Bekal Ilmu dan Kesadaran, IMPARA Ajak Pemuda Gandu Bangun Masa Depan Sehat

MataBicara.co, BLORA – Ikatan Mahasiswa dan Pelajar Blora (IMPARA) Komisariat UIN Walisongo Semarang menggelar Seminar Kepemudaan bertema “Semangat Kepemudaan dalam Membangun Kepedulian Sosial” di Balai Desa Gandu, Kecamatan Bogorejo, pada Jumat (3/7/2026).

Melalui dr. Julistya Widya Maharani menyampaikan bahwa keputusan besar seperti membangun rumah tangga tidak boleh didasari hanya pada keinginan sesaat. Ia menekankan adanya empat aspek utama yang harus dipenuhi: kesehatan fisik, kematangan mental, kesiapan ekonomi, serta kesiapan sosial dan spiritual.

“Semua aspek ini saling berkaitan dan menentukan keberlangsungan kehidupan ke depan,” ujarnya.

Dalam paparannya, dokter itu juga menjelaskan dasar hukum dan risiko jika melanggar kesiapan tersebut. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019, batas usia minimal menikah adalah 19 tahun bagi laki-laki maupun perempuan.

Di bawah usia itu, tubuh dan jiwa belum siap menghadapi beban berumah tangga, yang bisa berdampak pada kesehatan, kesejahteraan, hingga masa depan anak yang akan lahir nanti.

Ketua Panitia, Toha, menyatakan kegiatan ini dirancang agar pemuda tidak hanya menerima informasi, tetapi juga memiliki kesadaran untuk bertindak.

“Kami ingin pemuda di Desa Gandu menjadi pelopor perubahan, bukan penonton peristiwa. Masa depan yang cerah dimulai dari keputusan yang matang dan bertanggung jawab,” tegasnya.

Kegiatan ditutup dengan pembacaan jargon secara bersama-sama. Naila selaku moderator berharap materi yang disampaikan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Semoga apa yang didengar hari ini menjadi langkah awal bagi pemuda untuk melindungi diri dan membangun masa depan yang lebih baik,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *