MataBicara.co, BLORA – Pemberangkatan 74 jamaah umrah asal Kabupaten Blora di pendopo rumah dinas bupati. Melalui Khadijah Wisata, PT Nabila Inti Persada, mereka diberangkatkan dalam rombongan bertajuk Umrah Special Milad.
Rombongan tersebut diikuti jamaah dari berbagai kalangan. Jamaah tertua berusia 85 tahun, sementara yang termuda baru berusia 9 tahun. Perbedaan usia itu tidak menjadi penghalang. Semua memiliki tujuan yang sama, menunaikan ibadah ke Tanah Suci.
Keberagaman tersebut menunjukkan bahwa kesempatan beribadah umrah terbuka bagi siapa saja, dengan tetap memperhatikan kesiapan fisik, kesehatan, dan kebutuhan pendampingan masing-masing jamaah.
Owner Khadijah Wisata, H. Mashuri dan Hj. Siti Yulianti, menyampaikan bahwa perjalanan ini merupakan bagian dari komitmen panjang mereka melayani masyarakat.
Siti Yulianti mengungkapkan, Khadijah Wisata telah menjalankan pelayanan perjalanan umrah selama kurang lebih 12 tahun. Peringatan milad ke-12 dijadwalkan pada 28 Oktober 2026 mendatang.
“Alhamdulillah, tahun ini sudah 12 tahun kami mengurus perjalanan umrah dan melayani tamu-tamu Allah. Insyaallah, pada peringatan milad nanti juga akan ada kegiatan dan pembagian doorprize,” ucapnya Sabtu (10/10/2026).
Menurutnya, kepercayaan jamaah adalah hal paling berharga. Karena itu, pelayanan tidak berhenti pada keberangkatan, tetapi juga memastikan jamaah mendapatkan pendampingan selama menjalankan ibadah.
Di antara 74 jamaah, ada kisah yang menjadi perhatian. Seorang jamaah asal Kecamatan Jepon sebelumnya mengaku menjadi korban penipuan perjalanan umrah. Khadijah Wisata kemudian memberikan dukungan agar jamaah tersebut tetap semangat dan bisa berangkat ke Tanah Suci.
“Kami ikut membantu dan memberikan dukungan supaya jamaah tersebut tetap semangat dan bisa berangkat umrah bersama kami,” jelas Siti Yulianti.
Kisah ini menjadi pengingat bahwa di balik tawaran umrah yang tampak murah, bisa tersimpan risiko yang merugikan masyarakat.
Terkait biaya perjalanan, Siti Yulianti menjelaskan bahwa paket umrah Khadijah Wisata saat ini berada di kisaran Rp38 juta untuk keberangkatan dari Jakarta dan Rp40 juta dari Surabaya. Kenaikan biaya penerbangan turut memengaruhi harga paket.
Selain pembayaran mandiri, Khadijah Wisata menyediakan pilihan pembiayaan melalui mitra yang bekerja sama. Dari 74 jamaah yang berangkat, delapan orang menggunakan skema dana talangan atau pembiayaan umrah.
Meski demikian, calon jamaah tetap perlu mempertimbangkan kemampuan membayar, memahami ketentuan pembiayaan, dan memastikan seluruh persyaratan dipenuhi sebelum mengambil keputusan.
Khadijah Wisata menawarkan program perjalanan umrah selama 13 hari. Program ini ditujukan bagi masyarakat yang ingin menjalankan ibadah di Tanah Suci dengan pendampingan biro perjalanan.
Siti Yulianti berharap semakin banyak masyarakat yang memperoleh kesempatan menunaikan ibadah umrah melalui perencanaan yang matang.
Ia juga mengingatkan bahwa niat beribadah perlu disertai ikhtiar, termasuk memilih biro perjalanan yang jelas legalitas dan rekam jejak pelayanannya.












