Bukan Sekadar Hari Jadi, Forum PKLS Kudus Tebar Kebahagiaan dan Kebersamaan

MataBicara.co, KUDUS – Suasana penuh keakraban dan kebahagiaan mewarnai peringatan Hari Jadi Forum Pedagang Kaki Lima (PKLS) Dawe yang digelar di Waterpark Mulia Wisata, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Kamis (10/9/2026).

Bukan sekadar menjadi momentum bertambahnya usia paguyuban, kegiatan tersebut menjadi ajang untuk mempererat tali silaturahmi, menjaga kekompakan antaranggota, sekaligus berbagi kebahagiaan melalui santunan kepada anak yatim. Semarak acara semakin terasa dengan hiburan orgen dangdut yang membuat suasana semakin meriah.

Ratusan anggota Forum PKLS Dawe tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan. Canda, tawa, dan kebersamaan terlihat jelas, menggambarkan kuatnya rasa persaudaraan di antara para pedagang yang selama ini berjuang bersama dalam mengembangkan usaha dan meningkatkan kesejahteraan.

Penasehat Forum PKLS Dawe, Handoyo, menyampaikan harapannya agar momentum hari jadi dapat menjadi energi baru bagi seluruh anggota.

“Semoga Forum PKLS Dawe semakin maju, sejahtera, bersatu dalam satu wadah, guyub rukun selalu, dan bisa memberi contoh pada PKLS yang lain,” ujar Handoyo.

Menurutnya, kekompakan menjadi modal penting bagi para pedagang kaki lima untuk menghadapi berbagai tantangan sekaligus memperjuangkan kepentingan bersama.

Sementara itu, Konsultan Hukum sekaligus Pendamping Sertifikat Halal, Mohamad Iqbal Fanani, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, mengapresiasi kekompakan Forum PKLS Dawe.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Forum PKLS Dawe atas undangannya. Semoga semakin rukun, maju, dan sejahtera,” ungkapnya.

Fanani mengaku telah mengenal Forum PKLS Dawe sejak Juli 2025. Dari pengamatannya, forum tersebut termasuk kelompok PKLS yang cukup aktif dalam mendorong anggotanya untuk melengkapi berbagai aspek legalitas usaha.

Menurutnya, kesadaran para anggota terhadap legalitas usaha, termasuk Nomor Induk Berusaha (NIB) dan Sertifikat Halal, patut diapresiasi.

“PKLS Dawe merupakan PKLS yang giat untuk membuat legalitas seperti NIB dan Sertifikat Halal. Alhamdulillah, sudah sekitar 95% anggota Forum PKLS Dawe memiliki sertifikat halal untuk berbagai produk yang dijual,” jelasnya.

Ia berharap capaian tersebut tidak berhenti pada kepemilikan sertifikat, tetapi dilanjutkan dengan konsistensi dalam menjaga jaminan produk halal dalam setiap proses produksi dan penjualan.

Lebih jauh, Fanani melihat adanya peluang untuk mengembangkan ekonomi anggota melalui kerja sama dengan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Salah satu potensi produk yang menurutnya dapat dikembangkan adalah siomay.

“Harapan saya, semoga Forum PKLS Dawe tetap konsisten menjaga jaminan produk halal. Kemudian, mudah-mudahan salah satu produk dari paguyuban ini bisa masuk ke dapur SPPG, misalnya siomay. Seluruh anggota paguyuban bisa ikut bahu-membahu membuat siomay, sehingga ekonomi mereka terus berputar dan pendapatan semakin stabil,” katanya.

Gagasan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa forum PKLS tidak hanya menjadi wadah berkumpul, tetapi dapat berkembang menjadi ruang kolaborasi ekonomi bagi para pelaku usaha. Dengan semangat gotong royong, produk yang dihasilkan bersama berpotensi membuka pasar baru sekaligus memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi anggota.

Peringatan hari jadi Forum PKLS Dawe akhirnya bukan hanya tentang merayakan perjalanan organisasi. Santunan anak yatim menjadi simbol kepedulian, hiburan menjadi ruang melepas penat, sementara kebersamaan menjadi kekuatan untuk menatap masa depan.

Dari tempat sederhana para pedagang berkumpul, tersimpan harapan besar, PKLS Dawe semakin kompak, legalitas usaha semakin kuat, produk semakin berkualitas dan halal, serta kesejahteraan anggota terus meningkat.

Karena bagi Forum PKLS Dawe, bertambah usia bukan sekadar perayaan, tetapi tentang bagaimana kebersamaan terus dirawat dan kebermanfaatan terus diperluas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *