LAZISNU MWCNU Kedamean Salurkan Bantuan Rombong Usaha untuk Orang Tua Santri di Turirejo

MataBicara.co, GRESIK – Momentum Hari Santri Nasional (HSN) 2026 dimanfaatkan NUCARE-LAZISNU MWCNU Kedamean untuk memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat. Melalui program NU Care Berdaya, bantuan usaha disalurkan kepada Muhammad Ridluwan, warga Ranting Turirejo, Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik.

Ridluwan merupakan orang tua santri yang selama ini berjuang memenuhi kebutuhan keluarganya. Ia juga sempat mengalami sakit cukup lama dan hingga kini masih dalam proses pemulihan.

Sebelumnya, Ridluwan sebenarnya telah berusaha berjualan pentol. Namun, usaha tersebut akhirnya mandek setelah rombong yang digunakan merupakan pinjaman dari seseorang dan harus dikembalikan. Di sisi lain, modal usaha yang dimiliki juga telah habis sehingga membuatnya tidak bisa kembali berjualan.

Kondisi tersebut membuat Ridluwan harus menghentikan aktivitas usahanya. Di tengah keterbatasan itu, bantuan melalui program NU Care Berdaya menjadi harapan baru agar ia dapat kembali menjalankan usaha secara mandiri.

Bantuan yang diberikan berupa Rombong Pentol Joss-Jiss Cak Wan, kompor, dandang, dan modal usaha. Perlengkapan tersebut diharapkan dapat digunakan Ridluwan untuk kembali berjualan secara bertahap, menyesuaikan dengan kondisi kesehatannya.

Penyaluran bantuan dilakukan pengurus NUCARE-LAZISNU MWCNU Kedamean bersama Dewan Pengawas Syariah (DPS) dalam suasana penuh syukur dan doa.

Ust. Qosim Alwi, Dewan Pengawas Syariah sekaligus Ketua Panitia HSN 2026, mengatakan bantuan tersebut merupakan bagian dari upaya menerjemahkan semangat Hari Santri melalui aksi nyata.

“Kami berharap program ini bisa membantu perekonomian keluarga agar terus bertumbuh, anaknya bisa sekolah dan meraih cita-cita. Tidak hanya berhenti di sini, semoga kita juga bisa membantu saudara-saudara lain yang membutuhkan. Semoga berkah dan bermanfaat untuk kita semua,” ujar Qosim.

Menurut dia, pemberdayaan ekonomi penting dilakukan agar bantuan tidak hanya menyelesaikan kebutuhan jangka pendek, tetapi juga memberikan kesempatan kepada penerima manfaat untuk kembali produktif dan membangun kemandirian.

Program NU Care Berdaya merupakan bagian dari pengelolaan amanah zakat yang dipercayakan para muzakki kepada LAZISNU Kedamean.

Salah satunya Riyan Efendi, yang mengaku bahagia dapat mempercayakan zakatnya kepada LAZISNU Kedamean untuk dikelola dan disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Saya sangat bahagia bisa mempercayakan zakat kepada LAZISNU Kedamean. Zakat tidak hanya disalurkan untuk kebutuhan sesaat, tetapi juga diarahkan pada pemberdayaan ekonomi agar manfaatnya bisa berkelanjutan,” kata Riyan.

Ia berharap pengelolaan zakat yang amanah dan profesional dapat terus memperluas manfaat bagi masyarakat, sekaligus mendorong penerima manfaat untuk bangkit secara ekonomi.

Sementara itu, Ridluwan menyampaikan rasa syukur atas bantuan yang diterimanya. Ia berharap bantuan tersebut menjadi awal untuk kembali berjualan dan memenuhi kebutuhan keluarganya.

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada para donatur dan LAZISNU. Bantuan ini sangat berarti bagi saya dan keluarga. Insyaallah akan saya manfaatkan sebaik-baiknya untuk berjualan. Semoga saya segera diberi kesehatan agar bisa kembali aktif bekerja,” ujar Ridluwan.

Bagi Ridluwan, rombong yang kini dimilikinya bukan sekadar perlengkapan usaha. Bantuan tersebut menjadi kesempatan untuk kembali bangkit setelah usaha sebelumnya terhenti karena keterbatasan sarana dan modal.

Semangat tersebut selaras dengan momentum Hari Santri Nasional 2026, yang menghidupkan nilai perjuangan, kepedulian, kemandirian, dan kebermanfaatan.

Melalui Program NU Care Berdaya, zakat diupayakan tidak berhenti sebagai bantuan, tetapi menjadi bagian dari proses membangun kemandirian dan keberlanjutan ekonomi penerima manfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *