Hancur di Etihad! Van Dijk dan Arne Slot Jadi Sasaran Utama Kritik Media Inggris

MataBicara.co – Liverpool harus menelan pil pahit setelah tersingkir dari perempat final Piala FA lewat kekalahan telak 0-4 dari Manchester City di Etihad Stadium, Sabtu lalu. Hattrick gemilang Erling Haaland menjadi sorotan utama, namun performa Virgil van Dijk dan manajer Arne Slot justru menjadi sasaran kritik pedas dari media Inggris.

Media GOAL tampil paling keras dalam penilaiannya. Mereka memberikan nilai sangat rendah, yakni 2, untuk Van Dijk.

“Pelanggarannya yang ceroboh menyebabkan penalti, dan pada gol-gol lainnya ia selalu tertinggal. Ia hanyalah bayangan dari pemain hebat yang pernah ada,” tulis laporan tersebut.

Sementara itu, Arne Slot juga mendapat nilai 3. “Sistemnya sempat berjalan, namun reaksi tim saat kondisi memburuk sepenuhnya adalah tanggung jawabnya,” tambah mereka.

Sedikit lebih lunak, Liverpool.com memberikan nilai 5 bagi Van Dijk, meski tetap menyoroti kesalahan fatalnya.

“Dia melakukan beberapa intervensi bagus, tapi tindakannya menjatuhkan O’Reilly yang berujung penalti sangat merugikan tim. Momen seperti itu jarang terlihat darinya,” tulis situs resmi klub tersebut.

Media ini juga menyoroti kelengahan bek asal Belanda itu saat skor sudah 3-0. “Semenyo datang dari belakang dan Van Dijk terlihat tidak cukup waspada.” Kritik juga ditujukan pada lini pertahanan secara keseluruhan yang dinilai ‘jauh dari standar’ hingga membuat tim ‘terpecah belah’.

Sementara itu, Daily Express memberikan nilai 4 dan menilai penampilan kapten Liverpool itu sangat menyedihkan. “Dia dengan ceroboh memberikan penalti dan membiarkan Haaland bebas berlari saat mencetak hattrick. Sore yang suram bagi sang kapten,” tulis mereka.

Hal senada disampaikan This Is Anfield yang juga memberi nilai 4. “Begitu ceroboh saat memberi penalti padahal tim sedang bermain bagus. Dia tak pernah bisa bangkit dari kesalahan itu.”

Untuk Arne Slot, media ini juga memberikan nilai 4. “Strateginya berhasil hingga gol pembuka, namun kegagalan tim merespons situasi buruk pada akhirnya menjadi tanggung jawab sang pelatih.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *