104 Siswa Sakit Usai Makan MBG, Ada Belatung di Brokoli Siapa Bertanggung Jawab?

MataBicara.co, BLORA – Sebanyak 104 siswa SMAN 1 Tunjungan Kabupaten Blora mendadak jatuh sakit dengan gejala pusing, diare, dan muntah pada Selasa (8/9/2026), persis sehari setelah menyantap makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan Senin (7/9/2026).

Dari total 1.180 siswa di sekolah itu, lebih dari seratus orang kini mengeluhkan gangguan kesehatan, sementara laporan tentang ditemukannya benda menyerupai belatung pada sayur brokoli dalam menu tersebut menambah kekhawatiran mendalam orang tua dan masyarakat.

Kepala Sub Koordinator Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja, dan Olahraga Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Blora, Tutik, mengonfirmasi kasus ini namun belum berani mengambil kesimpulan tegas.

“Dari 1.180 siswa, ada 104 yang terindikasi gejala pusing, diare, dan muntah. Ini sementara diperiksa oleh petugas puskesmas,” ujar Tutik.

Seorang siswi bahkan harus dirujuk ke Klinik Citra Mulia karena kondisi tubuhnya melemah disertai gangguan pada detak jantung, bukti nyata bahwa dampak yang dialami tidaklah ringan.

Meski rentetan peristiwa ini terjadi persis setelah konsumsi makanan program, Dinkesda Blora masih berdalih belum bisa memastikan kaitan diduga keracunan menu MBG tersebut.

“Untuk memastikan apakah keracunan MBG, kita belum tahu karena kita belum sidak ke SPPG. Ini terindikasi setelah makanan MBG yang kemarin,” jelasnya.

Keterlambatan pemeriksaan langsung ke penyedia makanan justru menimbulkan pertanyaan besar, mengapa verifikasi ke lokasi sumber tidak segera dilakukan saat keluhan pertama muncul?

Salah satu siswa yang menjadi korban, Nino Alfiansah, menceritakan apa yang ia alami setelah menyantap menu ayam bumbu kuning kemangi, sayur brokoli jagung, nasi, kuah sop, dan apel hijau.

“Saya mengalami mules mas,” kata Nino.

Penderitaan yang dialami siswa lain bahkan lebih berat. Muhammad Diandra mengaku ia sampai mules hingga mengalami pusing kepala hingga buang air besar sebanyak enak kali.

“Saya diare, mules, lemas, dan pusing. Mencret sampai enam kali,” ungkapnya.

Di tengah keluhan fisik yang diderita ratusan pelajar, muncul laporan temuan benda menyerupai belatung pada sayur brokoli yang disajikan. Fakta ini seharusnya menjadi peringatan keras bahwa standar kebersihan dan pengawasan kualitas makanan yang disalurkan kepada anak-anak diduga sangat lemah.

Sementara itu, pembagian MBG di SMAN 1 Tunjungan untuk hari Selasa akhirnya dihentikan lewat kesepakatan sekolah dan SPPG Sukorejo 2 Tunjungan, dan para siswa dipulangkan lebih awal.

Hingga kini, belum ada pihak yang menyatakan bertanggung jawab, belum ada hasil pemeriksaan sampel makanan, dan belum ada penjelasan mengapa temuan mencurigakan pada bahan makanan tidak terdeteksi sejak awal. Program yang seharusnya memberi gizi bagi masa depan justru menjadi ancaman kesehatan bagi anak-anak Blora.

Sementara itu, Koordinasi Wilayah SPPG Kabupaten Blora, Artika saat dikonfirmasi mengenai penutupan permanen atau sementara terhadap SPPG Sukorejo 2 belum juga menjawab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *