Pesawat Terbakar di Blora: Dua Awak Selamat, Identitas dan Kronologi Terungkap

MataBicara.co, BLORA – Sebuah pesawat olahraga udara jenis fixed-wing Sky Ranger jatuh dan terbakar di kawasan persawahan Desa Sarimulyo, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora, Minggu (6/9/2026).

Kabar baiknya, kedua awak pesawat berhasil selamat dan hanya mengalami luka ringan. Identitas mereka kini telah diketahui publik.

Pesawat tersebut diterbangkan oleh Dhony Vasmin Akshomo (37), warga Surabaya, sebagai pilot. Posisi kopilot diisi oleh Ignatius Andreas (30), warga Tangerang Selatan. Keduanya tercatat sebagai anggota Bromo Flying Club yang bernaung di bawah Lanud Abdulrachman Saleh.

Kapolsek Ngawen, Umbaran Wibowo, menegaskan bahwa pesawat ini bukan pesawat militer.

“Ya, jadi benar terjadi di wilayah hukum Polsek Ngawen, sempat terjadi pesawat jatuh. Namun demikian, pesawat yang jatuh ini adalah pesawat aerosport ya. Jadi bukan pesawat militer, tetapi pesawat aerosport dengan jenis fixed-wing Sky Ranger,” ujar Umbaran saat dikonfirmasi.

Kronologi kejadian bermula saat pesawat terbang dari Pangandaran, mengisi bahan bakar di Bandara Adisutjipto Yogyakarta, lalu melanjutkan perjalanan menuju Malang dalam rangka latihan dan persiapan pertunjukan udara.

“Kejadian tadi berkisar sekitar jam 12:00–12:30 siang. Kalau menurut keterangan pilot tadi, penerbangan dari Pangandaran. Kemudian tadi sempat turun untuk refuel di Adisutjipto, Jogja. Kemudian terbang lagi dengan tujuan Malang,” kata Umbaran.

Saat melintas di wilayah Blora, pesawat tiba-tiba mengalami gangguan pada mesin. Pilot berupaya melakukan pendaratan darurat namun tidak berhasil. Pesawat jatuh di area persawahan dan tak lama kemudian terbakar. Beruntung, kedua awak berhasil keluar tepat waktu sebelum api melalap seluruh badan pesawat.

“Sampai di wilayah Blora mengalami kendala mesin. Sebenarnya dia berupaya untuk mendarat darurat menurut keterangan pilot, tapi ternyata jatuh terlebih dahulu. Namun, pilot dan kopilot berhasil keluar dari pesawat sebelum akhirnya terbakar,” jelasnya.

Warga sekitar menjadi saksi kejadian mendadak ini. Parno, warga setempat, menceritakan kekagetannya saat mendengar suara dentuman keras.

“Saya mendengar suara sruweng, selanjutnya ada dua orang pengemudi dan dilarikan ke pihak puskesmas Ngawen, kalau pesawat darimana kurang tau mas, yang saya dengar itu, dan saya langsung ke lokasi dengan mengendarai sepeda. Sesampainya dilokasi pengemudi sudah tidak ada” kata Parno.

Kedua awak pesawat kini telah diperiksa di Puskesmas Ngawen dan dinyatakan dalam kondisi baik. Pihak kepolisian bersama Federasi Aerosport Indonesia (FASI) saat ini sedang menyelidiki penyebab pasti kerusakan mesin yang menjadi pemicu kecelakaan ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *