19 Siswa Di Blora Keracunan Menu MBG dari SPPG Bogowanti Ngawen

MataBicara.co, BLORA – Kasus keracunan 19 siswa SDN Sendangrejo, Kecamatan Ngawen usai mengonsumsi menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memunculkan tanda tanya besar, produk yang dinyatakan layak dan masih jauh dari masa kedaluwarsa justru diduga menjadi penyebab keluhan mual, muntah, hingga sakit perut.

Distribusi makanan untuk sekolah ini dilakukan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bogowanti di bawah Yayasan Mitra Cendekia Waskita. Pihak pengelola memastikan susu yang disalurkan baru tiba dari pemasok pada malam sebelum kejadian, dan tertera tanggal kedaluwarsa hingga Januari 2027.

Kepala SPPG Bogowanti, Putri Novitasari, mengakui menerima laporan dari sekolah sekitar pukul 07.30 WIB dan langsung turun ke lokasi.

“Kami langsung ke sekolah begitu dapat kabar. Ada siswa yang mual dan dibawa ke puskesmas. Indikasi sementara mengarah pada susu karena ada dugaan sudah tidak layak konsumsi,” ujarnya Senin (20/7/2026).

Sementara itu Koordinator Wilayah SPPG Kabupaten Blora, Artika Diannita, menegaskan kepastian penyebab masih menunggu hasil laboratorium.

“Kami cek tanggal kedaluwarsa masih aman sampai Januari 2027. Tapi kami tak bisa berkesimpulan sendiri, sampel sudah dikirim ke Labkesda untuk pemeriksaan mendalam,” jelasnya.

Sambil menunggu hasil resmi, pihak pengelola berkoordinasi dengan sekolah dan tenaga kesehatan untuk memantau kondisi seluruh siswa yang terdampak.

Kejadian tersebut menjadi pelajaran penting bahwa masa berlaku produk saja tidak cukup pengawasan ketat di setiap tahap pengiriman dan penyimpanan mutlak diperlukan agar manfaat program gizi tidak berbalik menjadi risiko bagi anak-anak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *